Archive for the 'Bahasa dan Sajak' Category

Dumb..!

April 2, 2009

“Ini ungkapan paling tulus Ra, jujur aku menyukai mu” Ucapan itu meluncur dari mulutku, nada lirih, terkesan memelas dan jauh dari kesan romantis.

“Aku tersanjung Ke, ini yang kedua kudengar dari mu hari ini dan yang ke-7 dari tiga hari belakangan” Ra menjawab sembari menunduk, berupaya menepis genggamanku pada jemarinya.

“Kau masih ragu? katakan apa yang mesti kuperbuat untuk meyakinkanmu?”

“Makasih, kau tak perlu membuktikan apa-apa. kini, aku makin yakin…”

“Jadi….?” Tak sabar, aku memotong kata-kata Ra.

“Tetaplah sebagai temanku”

Angin kecil nakal mengusik bulu-bulu di hidungku, serbuk sari yang diterbangkannya berhasil membuatku bersin berkali-kali dengan amat sukses tentunya. sementara Ra enak saja dia melenggang meninggalkan aku di pinggir kolam, masih sibuk mengucek-ucek hidung.

“Angin tak tahu diri…”

Iklan

Review Buku : Travellous

Maret 11, 2009

“Sudah berlalu tiga jam dari kedatangan.  Dada masih saja naik turun ga karuan, gugup!. Akhirnya dengan bijak saya memutuskan untuk duduk diruang tunggu, diam disana, beradaptasi dulu. Memulai bercakap dengan orang sekitar untuk lebih menguasai diri dalam keadaan shock culture. Waktu terus berjalan dari pagi, Siang lalu menuju sore yang kelabu. dan perut saya sekarang lapar…” (hlm: 33)

Satu lagi buku yang diangkat dari blog, sebuah catatan online seorang backpacker bernama Andrei. Andrei mengaku bahwa keinginannya merenggut jurnal onlinenya dan mewujudkannya dalam bentuk hardcopy berangkat dari banyaknya permintaan untuk menerbitkan blognya menjadi sebuah buku.

Saya excited sekali mendapati kenyataan bahwa sayalah orang pertama yang membaca versi buku-nya dan langsung saya terima dari penulisnya sendiri. Alhasil, setelah buku ditangan, saya langsung melahapnya habis halaman demi halaman yang tidak satu paragraf pun saya lewatkan. dan kemudian menuliskan review ini sembari berharap bahwa sayalah orang pertama yang mereviewnya. Apakah Isinya?

Penghianat

Februari 17, 2008

dia memang bukan siapa-siapa, hanya seorang lelaki yang menderita karena tak berpunya di hari senjanya. hari-harinya dihabiskan untuk mengorek tempat sampah, mengumpulkan benda-benda yang kiranya masih laku di tukar oleh sekeping uang recehan. bajunya lusuh, penuh tambalan, di rumah anda kain seperti itu hanya layak menjadi kain lap. bukan Penghianatpun