Seumur hidup sebagai karyawan kontrak

Juli 3, 2007

Ini pengalaman saya pribadi sewaktu memutuskan buat break kuliah demi menjadi buruh di sebuah supermarket di kota Jogja.

Mendapatkan pekerjaan ternyata tak selalu menyenangkan, pekerjaan sebagai seorang tukang input data barang yang hilir mudik keluar masuk supermarket terkadang membuat kejenuhan semakin memuncak, terlebih diruangan itu hanya di tempati oleh empat mahluk termasuk saya. untung saja dua mahluk lainnya adalah gadis manis yang membuat saya betah berlama-lama menghadapi komputer di ruangan ber-AC itu.

Sebenarnya lingkungannya (teman-teman kerja) cukup menyenangkan apalagi supermarket itu selalu di jubeli oleh SPG-SPG imut dengan wajah ditutupi bedak tebal, dengan gincu merah dibibir. Terlebih jika waktu istirahat makan tiba, maka kantinpun akan menjadi tempat yang riuh rendah. Tapi, ruang kerja saya di tempeli oleh ruangan sang manager, jadi gak bisa macem-macem juga.

Pernah suatu ketika karena barang yang masuk cukup banyak sampai-sampai mobil ekspedisi antri dengan cukup lama. banyak barang masuk tentunya semakin banyak pekerjaan saya untuk mendata barang-barang yang diterima, lengkap dengan jumlah barang dan jumlah uang yang harus di bayar kepada distributor. Tak hanya sampai disitu, sebelum di pajang tentu saja harus dipastikan apakah barcodenya telah masuk dalam database kassa, jika belum, tetu saja ini juga pekerjaan saya. Biasanya untuk masalah ini para SPG tadi akan berebut masuk keruangan saya untuk meminta tanda tangan saya yang cukup imut ini agar dibuatkan label harga. namun rupanya hari itu adalah hari yang naas bagi kelangsungan hidup saya, ketika dengan secara tidak sopan deringan telepon mengganggu serta memaksa saya untuk mengangkatnya.

 

itu ada apa rame-rame?” kata suara di seberang sana sesaat setelah saya menempelkan gagang telepok ke telinga saya, segera saya mengenalinya sebagai manager saya.

hhmmm…anu pak minta label harga” kata saya takut-takut

itukan ruangan khusus, tidak bisa sembarang orang masuk kesitu, suruh tunggu diluar saja” katanya dengan nada tinggi

“*bukannya biasanya ga apa2 kalo ada yang keluar masuk ruangan ini, dasar… manager saya mungkin cemburu karena para SPG lebih memilih ruangan saya dari pada ruangannya yang sempit itu:mrgreen: * baik pak” kata saya kemudian.

Dan dengan berat hati sayapun mengusir gadis-gadis imut tadi dari sarang tempat saya bekerja. *payah nih gak bisa refreshing dikit udah di tegur*

 

Gak nyambug ya dengan judulnya? emang, ini hanya prolog yang kepanjangan dan gak penting.

 

back to topik

 

Oh ya, status saya pada perusahaan itu (begitu mereka menyebutnya) hanyalah karyawan kontrak dengan jumlah kontrak 6 bulan, bukan hanya saya seorang lainnya di divisi saya juga statusnya kontrak dan banyak teman-teman di divisi lainnya yang nasibnya sama. status kontrak tentu saja bukan suatu masalah kalo ini berlaku sementara. karena wajar jika perusahaan menguji kapabilitas karyawan barunya dengan status kontrak, tentu saja agar lebih mudah megevaluasi kinerjanya selama masa kontrak. namun akan menjadi masalah besar yang mengguncang dunia persilatan jika ternyata status kita tidak berubah. yap, seumur hidup jadi karyawan kontrak.

Mungkinkah ada karyawan yang statusnya kontrak abadi? mungkin saja dan itu hampir terjadi pada saya dan teman-teman, setahu saya Disnakertrans mempunyai aturan bahwa karyawan dikontrak maksimal dengan dua kali kontrak, setelah itu pegusaha harus mengangkatnya menjadi karyawan tetap. *yang saya denger sih begitu* namun ternyata pemilik supermarket tempat saya bekerja tak sudi mengambil resiko dengan mengangkat kami sebagai karyawan tetap. kenapa? karena tentu saja dengan mengangkat kami sebagai karyawan tetap management memiliki beban lebih, mereka harus membayar tunjangan kesehatan misalnya, THR, Pesangon jika di pecat dan lain-lainya yang tidak akan terjadi jika status kami tetap dipertahankan sebagai karyawan kontrak.

Lalu bagaimana manajemen menyiasati peraturan Disnakertrans? ya mereka akan terus ‘memaksa’ kami untuk meneken kontrak setelah kontrak pertama kami selesai. lalu setelah masa kontrak keduanya selesai karyawan akan di berhentikan sementara barang beberapa hari (biasanya dua minggu). jika managemen suka, maka mereka akan memanggilnya kembali dengan syarat membuat lagi surat lamaran baru sebagai formalitas belaka. untuk kemudian menandatangani kontrak lagi, dan tentu saja ini dihitung sebagai kontrak baru menindak lanjuti surat lamaran kedua yang diajukan mantan karyawannya tadi. namun jika ternyata ditengah jalan manajemen tidak menyukai, ataupun sang karyawan mulai ber-ulah maka managemen tinggal memecatnya tanpa khawati membayar pesangon.

 

Tapi saya tentu saja tidak mau menjadi karyawan kontrak abadi, yang punya masa depan suram dengan gaji minimal yang di tetapkan pemerintah (UMP) tanpa tunjangan dan jaminan hari tua. Makanya saya memutuskan untuk kembali ke kampus tercinta buat bergulat lagi dengan belajar tiduran di ruang kuliah.

Salut buat temen-temen yang masih bisa bertahan sampai sekarang, terus semangat ya semoga nasib kalian lebih diperhatikan lagi………🙂 sayang saya nggak setegar kalian.😦

20 Tanggapan to “Seumur hidup sebagai karyawan kontrak”

  1. btyop Says:

    dunia bisnis memang kejam, adalah keputusan yang tepat kamu melanjutkan kuliah, semoge kedepannya dapet pekerjaan yglebih layak ^_^

  2. andalas Says:

    #btyop
    amiinnn… makasih doanya😀


  3. ya mudahan aja gak jadi karyawan kontrak seumur idup sesuai keinginan kamu dan gak pake kawin kontrak juga, gak ninggalin rumah kontrakan, met met met…. e iya ketinggalan met pagi !

  4. Novee Says:

    bagooosss… keputusan bwt bektuskul itu udah passs. yaaaahhh moga2 aja bisa cepet jadi juragan di negri sendiri, ga kaya skrg yg banyak jadi kuli di negri sndr… bukan begitu pak? ayooo seeekooolaaah…!

  5. novee Says:

    padahal tadi pagi aku posting komentar di 3 judul lho… koq skarang ilang smuanya…

  6. novee Says:

    halah, skrg jd ada lg… *ini blog misteri kayanya*

  7. cinotbelenot Says:

    wah, kok bisa break kuliah demi kerjaan.. saluut!
    slamet kuliah lagi deh..
    gudlak!

  8. Zawa Says:

    Hehehehehe… kadang membingungkan, pengin kuliah tapi kalo dah kuliah pengin bekerja, tapi kalo dah bekerja, saya pengin kuliah… ahahahaha…

    Tapi paling enak banget kalo kuliah terus di gaji hehehehe… ada gak yak???

  9. manusiasuper Says:

    *berpikir-pikir*

    Mau buka toko sendiri saja kalau begitu, tapi toko apa? Jual diri??

  10. andalas Says:

    #triplets mom
    yooii mom lagian serba ngontrak itu emang gak ada enak-enaknya, tapi klo kawin kontrak hhmmmm…… kedengerannya menarik:mrgreen: *pletaakkkk*

    #novee
    klo perlu jadi juragan di negeri orang, jangan orang mulu yang jadi juragan di negeri kita ya gak? btw, saya masih terlalu muda lho buat di panggil bapak 😉

    semua komennya masup kok gak ilang cuma tamu baru mesti di momod dulu🙂

    ctt: ini bukan blog misteri harap di catat *presrilisgakpentingmodeon:mrgreen: *

    #cinotblenot
    cuma coba-coba aja nyari pengalaman, siapa tahu boss tertarik ngejadiin menantu *gubrakkss*

    #Zawa
    lho bukannya selama ini emang gitu boss? khan tiap bulan boss besar *aka BoNyok* ngirim gaji, meski kadang2 telat ngirimnya hehehe

    #manusiasuper
    *ikutan mikir*
    klo laku sih bolehlah jual diri:mrgreen:

  11. Dimas Says:

    wiihh, jangan menyerah gitu mas, semua ada jalannya kok. yang penting, niatnya dulu…kita bekerja kan niatnya apa? kuliah juga niatnya apa?
    keep smiling…
    salam dari Dek Dimas…

  12. deking Says:

    Sepertinya UU ketenagakerjaan tidak cukup kuat untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak dan nasib para karyawan.
    Dengan status karyawan kontrak maka perusahaan tdk perlu memberikan uang pesangon jika mereka di-PHK😦

  13. andalas Says:

    #Dimas
    setuju banget, semuanya mesti tegantung sama niat. tapi, saya pikir keputusan resign adalah yang terbaik diantara pilihan yang ada
    *smiling piss*🙂
    salam balik dari kang andalas *halah*

    #deking
    betul banget pak, yang ada tuh UU malah di akalin, kayaknya masih perlu revisi juga ya pak?!
    itu dia sedihnya pak, karyawan cuma jadi sapi perah😦 *setidaknya itu yang saya dapat dari pengalaman saya*

  14. cakmoki Says:

    ahhh, nasib karyaman dimana-mana sama saja ya, menjadi pihak tertindas …
    di daerah kami saat ini para karyawan perusahaan plywood rata-rata pakai sistem kontrak, kerja 12 jam, istirahat cuman 30 menit, gaji sekitar 700 rb rp, …

  15. andalas Says:

    #cakmoki
    iya cak, mengenaskan.
    bisa jadi inspirasi buat pilem hidayah, judulnya “memperalat karyaman, jenazah hangus menjelang ajal” *garing ahhh*😉

  16. dobelden Says:

    ada nyangkut berapa spg nye :p

  17. andalas Says:

    #dobelden:mrgreen: *kaburrr*

  18. mataharicinta Says:

    mas…mas…mau minta label harga juga nih:)

    kebetulan skripsi aku lagi bahas tentang masalah ketenagakerjaan khususnya buruh perempuan. dan setau aku, sekalipun karyawan kontrak, manajemen harus bayar mereka sama seperti bayar karyawan tetap. itu menurut perundang-undangan nya ya. tapi faktanya memang jarang dilaksanakan sama itu tuh, yang punya banyak modal itu.
    oh ya, jadi inget pas aku magang di bea cukai sem 6 kemaren. masih ada log pegawai honor yang belum diangkat meski udah kerja 13 tahun.
    tanya kennapa?!

    btw, kuliah sambil tiduran gak ketauan dosen ya?
    pasti duduknya dipojok paling belakang sambil ngebukain buku biar dikira pura-pura serius, xixixi……….

  19. Orang bea Cukai Says:

    …oh ya, jadi inget pas aku magang di bea cukai sem 6 kemaren. masih ada log pegawai honor yang belum diangkat meski udah kerja 13 tahun.
    tanya kennapa?!……

    Soalnya pegawai honorer masuknya aja gak jelas emang pake test? pasti karena KKN entah siapanya pasti yang bawa tul nggak….
    Belum lagi ada yang honorer baru beberapa bulan tapi berlagak betul soalnya keponakan kepala kantor…..

  20. vie Says:

    asalamualaikum…
    wah… kebetulan niyy lagi ngebahas ttg karyawan kontrak.
    ada yang mau berbagai pengalaman gak tentang status karyawan kontraknya? Bwt skripsi aku… yg ngebahas ttg karyawan kontrak…
    kategorinya berumur antara 20- 40 tahun, minimal kontrak kedua dan sudah berkeluarga.

    Ditunggu yaa…

    pleaze contact me on 08569802767 or zvisella@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: