Sembelit, Sudah Cukup Serat ?

Juni 18, 2007

fiber.jpgRasanya sudah tidak asing lagi bahwa setiap harinya kita sering menemukan ataupun menyaksikan iklan tentang pentingnya makanan berserat (dietary fiber), sekaligus memprovokasi untuk sesering mungkin memakai minuman ataupun suplemen yang mereka tawarkan. Namun tak ada salahnya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa itu serat, mengapa serat begitu penting bagi tubuh kita, dan bagaimana bisa serat mengatasi konstipasi (sembelit).

Yang dikenal sebagai serat sebenarnya adalah selulosa. Selulosa terdapat di dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel. Selulosa merupakan komponen utama dinding keras yang menyelubungi sel-sel tumbuhan. Dalam skala global, tumbuhan menghasilkan hampir 100 miliar ton selulosa pertahun, selulosa adalah senyawa organik yang paling melimpah di muka bumi. Selulosa adalah polimer glukosa, struktur molekul selulosa berbentuk lurus (tidak pernah bercabang), dan gugus hidroksilnya bebas membentuk ikatan hydrogen dengan gugus hidroksil molekul selulosa lainnya yang terletak sejajar (paralel) dengannya. Pada dinding sel tumbuhan, banyak molekul selulosa sejajar, yang diikatkan bersama dengan cara ini, dikelompokkan menjadi unit yang disebut mikrofibril. Struktur berbentuk kawat-kawat ini adalah materi pembangun yang kuat bagi tumbuhan. seperti manusia yang menggunakan kayu, yang kaya akan selulosa, untuk bahan bangunan.

Sebenarnya manusia tak memiliki enzim yang dapat mencerna serat, Enzim tak mampu menghidrolisis ikatan beta-glukosa. Pada kenyataannya, hanya sedikit organisme yang memiliki enzim yang dapat mencerna selulosa. Namun sebenarnya ada beberapa organisme yang mampu mencerna selulosa. Beberapa bakteri dan mikrobia dapat mencerna selulosa. Merombaknya menjadi monomer glukosa. Sapi memiliki bakteri pencerna selulosa yang disebut dengan Ruminococcus flavafaciens yang tinggal dalam rumen, ruangan pertama dalam lambung sapi. Bakteri ini akan menghidrolisis selulosa dari rumput-rumputan dan jerami, dan kemudian mengubah glukosa menjadi nutria lain yang dapat dicerna oleh sapi. Cara yang serupa, rayap, yang tidak mempu mencerna selulosa sendiri , memiliki mikrobia yang tinggal dalam ususnya yang dapat memakan kayu. Beberapa fungi atau kapang juga dapat mencerna selulosa, sehingga berperan sebagai pembusuk yang sangat penting dalam pendaur ulangan unsur kimiawi di dalam ekosistem bumi.

Pada sistem pencernaan manusia serat selulosa dalam makanan kita lewat melalui saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama-sama dengan feses. Disepanjang saluran pencernaan, serat-serat selulosa ini mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsang lapisan saluran pencernaan untuk mengeluarkan lendir, serta meningkatkan gerak peristaltik yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar. Serat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Namun mengkonsumsi banyak serat tanpa diimbangi dengan minum air putih hanya akan memperparah sembelit. Dengan demikian, meskipun selulosa bukan merupakan nutrient bagi manusia, tetapi merupakan bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Sebagian buah-buahan segar, sayur-sayuran dan biji-bijian sangat kaya akan selulosa atau serat. Dan tentu saja lebih baik dan lebih sehat jika dibandingkan dengan makanan ataupun minuman suplemen serat seperti yang ditawarkan di iklan-iklan.

*duh… jadi kepengan makan buah*

Bacaan lebih lajut dapat ditengok di

  1. Tentang Serat Makanan http://www.kompas.com
  2. High Fiber Diet http://www.gicare.com
  3. Cellulose di Wikipedia http://en.wikipedia.org

5 Tanggapan to “Sembelit, Sudah Cukup Serat ?”

  1. diana Says:

    iya nih, dakuw & Rafi suke sembelit, krn kurang suka sayur. Tp Alhamdulillah sekarang sih dilibas aja ama buah2an

  2. yuki Says:

    hahah, buah2an mah udah konsumsi sehari2.. gak pernah sembelit tuh saya..

    anyway, makasih loh udah mampir.. sering2

  3. andalas Says:

    #diana
    padahal sayur enak lho mbak…

    #yuki
    mau donk dikirimin buahnya🙂

  4. novee Says:

    Ayo, makan buah! Selain biar ga sembelit, bisa bikin awet muda tuh. Percaya deh ama aku! Yg ga suka buah tuh kasian banget, muka nya cepet tua n ga fresh.
    Asal tau ya *ini jg katanya* di negara2 barat sana udah pd bektunecer. kalo butuh vitamin c mereka skrg mah mending repot2 ngupas jeruk ketimbang beli ester C.
    lagi2 ini katanya lho… kalo bener, berarti org2 kita mah bego bener ya, mao aja makan produk2 suplemen bikinan mereka.

    kalo gini… siapa yg membodohi siapa dong…?

  5. andalas Says:

    huahuaa… dan katanya juga kulit jeruk yang mereka kupas itu mereka olah dan di jual ke negera kita, kesian ya kita makan sampah….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: