Bekas luka

Mei 11, 2007

“untuk apa kau bersusah payah mengejar mimpi, aku disini di sisimu”
“bagiku dia nyata”
“sejak kapan bisa kau bedakan nyata dan maya?”
“sejak lama, saat bagimu aku tak lagi berarti, sejak kau renggut kembali kebahagian yang kau sodorkan kepadaku, sejak kau hempaskan cintaku hingga berkeping, dan kau tahu? luka itu belum lagi mengering”
“lalu apakah aku salah saat ingin kutebus segala dosa-dosaku?”
“ini bukan antara salah maupun benar, ini soal perasaan yang tak pernah kau mengerti”

hanya sepi yang mengiringi kelanjutan kata-katanya

“Kini, sudah kutemukan pelabuhan buat penambat hati yang terombang-ambing dan aku yakin pilihan ini yang terbaik, dia tidak mencari kebahagian bagi dirinya, dia selalu ada untuk membahagiakanku. dan itu tidak pernah kupetik dari keberadaanku disisimu sudahlah kisah kita adalah masalalu, bagiku tak lebih dari sebuah mimpi buruk”

…semua hanya ditingkahi terpaan angin, menggugurkan dedaun di akhir musim semi yang sunyi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: