<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Spina Mimosa &#187; Review</title>
	<atom:link href="http://andalasdejava.wordpress.com/category/review/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andalasdejava.wordpress.com</link>
	<description>la blog d'andalas</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2009 03:01:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='andalasdejava.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/be12e0d05aa5710191e9d391b3853b8a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Spina Mimosa &#187; Review</title>
		<link>http://andalasdejava.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andalasdejava.wordpress.com/osd.xml" title="Spina Mimosa" />
		<item>
		<title>Review Buku : Travellous</title>
		<link>http://andalasdejava.wordpress.com/2009/03/11/travellous-a-travel-journal/</link>
		<comments>http://andalasdejava.wordpress.com/2009/03/11/travellous-a-travel-journal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 22:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa dan Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andalasdejava.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sudah berlalu tiga jam dari kedatangan.  Dada masih saja naik turun ga karuan, gugup!. Akhirnya dengan bijak saya memutuskan untuk duduk diruang tunggu, diam disana, beradaptasi dulu. Memulai bercakap dengan orang sekitar untuk lebih menguasai diri dalam keadaan shock culture. Waktu terus berjalan dari pagi, Siang lalu menuju sore yang kelabu. dan perut saya sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=141&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>&#8220;Sudah berlalu tiga jam dari kedatangan.  Dada masih saja naik turun ga karuan, gugup!. Akhirnya dengan bijak saya memutuskan untuk duduk diruang tunggu, diam disana, beradaptasi dulu. Memulai bercakap dengan orang sekitar untuk lebih menguasai diri dalam keadaan <em>shock culture</em>. Waktu terus berjalan dari pagi, Siang lalu menuju sore yang kelabu. dan perut saya sekarang lapar&#8230;&#8221; (hlm: 33)</p></blockquote>
<p>Satu lagi buku yang diangkat dari blog, sebuah catatan online seorang backpacker bernama Andrei. Andrei mengaku bahwa keinginannya merenggut jurnal onlinenya dan mewujudkannya dalam bentuk hardcopy berangkat dari banyaknya permintaan untuk menerbitkan blognya menjadi sebuah buku.</p>
<p>Saya excited sekali mendapati kenyataan bahwa sayalah orang pertama yang membaca versi buku-nya dan langsung saya terima dari penulisnya sendiri. Alhasil, setelah buku ditangan, saya langsung melahapnya habis halaman demi halaman yang tidak satu paragraf pun saya lewatkan. dan kemudian menuliskan review ini sembari berharap bahwa sayalah orang pertama yang mereviewnya.<span id="more-141"></span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-149" title="Review Travellous" src="http://andalasdejava.files.wordpress.com/2009/03/edit.jpg?w=159&#038;h=120" alt="Review Travellous" width="159" height="120" />Dalam bahasa Hernowo buku Andrei ini bisa dikatakan sebagai buku yang bergizi, menurut saya buku ini sarat akan emosi, membacanya akan membuat kita tersedot masuk kedalam lingkaran emosi dalam buku. lebih menyentuh sisi emosional ketimbang penuturan deskriptif hingga tak heran pembacanya pasti dapat masuk dalam suasana yang digambarkan oleh andrei.</p>
<p>Andrei sendiri lebih memilih untuk menyebutnya sebagai jurnal ketimbang sebagai novel.<em></em></p>
<p><em>&#8220;Bedanya dalam buku ini saya membagikan pengalaman pribadi saya yang nyata-nyata saya alami, tidak seperti novel yang banyak orang bisa menghayal untuk mengarangnya</em>&#8221; begitu Andrei memberi alasan.</p>
<p>saya sendiri tidak ambil pusing kemana buku ini di golongkan, bagi saya yang juga merupakan pembaca blognya, tulisan Andrei ini turut memperkaya.</p>
<p>Ketika Andrei bilang &#8220;<em>My life like a roller coaster</em>&#8220;  Setelah membaca tuntas buku ini saya tidak ragu untuk meng-amin-i nya. membacanya saja sudah membuat saya merasa turut menunggangi &#8220;Roller Coaster&#8221; itu. Banyak hal yang terjadi, sesuatu yang <em>Unpredictable</em>. Andrei menuturkannya dengan <em>Ciamik</em> dan sukses memaksa saya tenggelam dalam halaman demi halaman serta kisah demi kisah. Disatu halaman saya menghiba menyaksikan seorang pemuda asing menahan lapar dan kebingungan di sebuah bandara, kemudian saya tergelak mendapatinya dijuluki sebagai miss indonesia di hadapan teman-teman dari penjuru dunia yang belum dikenalnya, yang kontan terbahak mencemooh (<em>Seandainya kamu pake wig pasti lebih pantas Rei, hehe&#8230;</em>)</p>
<p>Tulisan Andrei sedikit memupus anggapan saya tentang orang Eropas yang individualis, arogan dan sombong, Andrei lebih sering menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang ramah, baik hari dan menghargai orang lain.</p>
<p>Ini bukan sekedar cerita tentang serunya bertualang kebanyak tempat di negara-negara eropa, di dalamnya juga dibumbui oleh kisah persahabatan (atau cinta) penulis. Terhadap gadis manis di kota hujan bersama romantisme masa lalu, kepada Julles si gadis rupawan atau juga Ling si centil yang ceria. balutan kisah romantis ini lah yang mebedakannya dengan catatan perjalanan lainnya yang pernah saya baca.</p>
<p>Diluar itu, banyak lagi yang diceritakan penulis, mulai dari kekagumannya akan sistem transportasi di negara yang dikunjungi-nya, tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, beberapa tips sampai manga pun dibahasnya.</p>
<p>Akhirnya, dengan gaya bertutur yang mengalir, pemilihan diksi yang tepat.  bagi saya pribadi buku ini cukup memberi inspirasi. membuat saya seolah berada bersama Andrei saat ia menjalani kisah demi kisah yang dituturkan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Hidup ini penuh perjuangan. Jangan manja dengan segala hal yang memudahkan. semoga besok, lusa atau seterusnya, hari-hari akan kembali menyenangkan &#8221; (hlm : 162)</p></blockquote>
<p>Penulis : Andrei Budiman<br />
Penerbit : travellous Publishing<br />
Tahun : 2009<br />
Jumlah Halaman : xvi + 213</p>
<p>lebih lanjut kunjungi http://travello.us</p>
Posted in Bahasa dan Sajak, blogging, Opini, Review  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andalasdejava.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andalasdejava.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andalasdejava.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andalasdejava.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andalasdejava.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andalasdejava.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andalasdejava.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andalasdejava.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andalasdejava.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andalasdejava.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=141&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andalasdejava.wordpress.com/2009/03/11/travellous-a-travel-journal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f0d5aeec2d8e255553fa722586aad587?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kara Kitai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andalasdejava.files.wordpress.com/2009/03/edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Review Travellous</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belalang dan Anjing</title>
		<link>http://andalasdejava.wordpress.com/2008/02/02/belalang-dan-anjing/</link>
		<comments>http://andalasdejava.wordpress.com/2008/02/02/belalang-dan-anjing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 09:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Animalia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa dan Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andalasdejava.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah buku, belum habis saya baca. Buku bersampul putih dengan gambar gelas yg terisi separuh cairan berwarna biru itu. Sebuah desain sampul yg simpel namun menarik, semenarik isinya tentu saja. itulah buku dari seorang Psikolog sekaligus Motivator Ulung Parlindungan Marpaung. saya bukan ingin meresensi buku ini, saya cuma mau mengutip satu kisah yg dituliskan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=90&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebuah buku, belum habis saya baca. Buku bersampul putih dengan gambar gelas yg terisi separuh cairan berwarna biru itu. Sebuah desain sampul yg simpel namun menarik, semenarik isinya tentu saja. itulah buku dari seorang Psikolog sekaligus Motivator Ulung Parlindungan Marpaung. saya bukan ingin meresensi buku ini, saya cuma mau mengutip satu kisah yg dituliskan oleh Bang Parlin dalam buku yang di berinya judul &#8220;Setengah Isi, Setengah Penuh&#8221; ini. <span id="more-90"></span>semoga bisa mengambil pelajaran!<br />
***</p>
<p>Cerita dimana seekor belalang muda yg mempunyai kelebihan, ia mampu melakukan lompatan yg cukup tinggi, sesuatu yg tidak bisa dilakukan oleh teman2nya, pun ia sangat bangga dengan kemampuannnya itu. setiap hari ia selalu melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lain, dari satu ranting ke ranting lainnya, sembari menikmati daun muda di kuncup pohon. suatu kali ia melihat sebuah desa yg tampak indah dan sejuk,  hingga terbersit keinginannya untuk pergi ke desa itu.</p>
<p>Saat yg di nantikan tiba. teman setianya si merpati mengajaknya untuk pergi mengunjungi desa itu. Akhirnya, mereka sampai di sebuah taman berpagar tinggi yang indah.</p>
<p>Dipintu masuk taman itu, seekor anjing jantan tampak siaga. lalu belalangpun bertanya kepadanya &#8220;siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku adalah anjing penjaga taman ini. aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing yang terbaik di desa ini&#8221; jawab anjing dengan sombongnya.</p>
<p>&#8220;Hmmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. aku menantangmu bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baik&#8221; jawab si anjing</p>
<p>&#8220;Di depan sana ada pagar yg tinggi. mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut.&#8221; kata si anjing.</p>
<p>Lalu keduanya bersama-sama menuju ke pagar itu. kesempatan pertama adalah si anjing, setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar setinggi orang dewasa itu. kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. namun, ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut. belalang itu mencoba melompat, dan melompat, namun tetap gagal. dan terus jatuh kembali ketempatnya semula.</p>
<p>&#8220;Nah, belalang. Apalagi yang mau kamu katakan sekarang? kamu sudah kalah.&#8221; kata si anjing sambil tertawa</p>
<p>&#8220;Belum!&#8221; jawab si belalang sengit. &#8220;Tantangan berikutnya aku yang menentukan, bagaimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;apapun itu, aku siap!&#8221; tukas si anjing</p>
<p>&#8220;tantangan kedua in sederhana saja. Kita lomba melompat di tempat. pemenangnya bukan diukur dari seberapa tnggi dia melompat, tetapi diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya.&#8221; jelas si belalang.</p>
<p>anjing kembali mendapat kesempatan pertama. dari hasil lompatannya, dia berhasl melompat setinggi empat kali tubuhnya. berikutnya adalah giliran belalang. lompatan belalang hanya separuh dari lompatan si anjing, namun ketinggian lompatannya ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Alhasil, belalangpun menjadi pemenang untuk lomba kedua.</p>
<p>Si anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. &#8220;Hebat! kamu menjadi pemenang untuk perlombaan edua ini. tapi, <i>score </i> kita sama. jadi, kita masih harus mengadakan lomba ketiga.&#8221; kata si anjing.</p>
<p>&#8220;Tidak perlu! karena pada dasarnya pemenang dari setiap lomba yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standar perlombaannya<b>. Hakikatnya adalah bahwa baik saya maupun kamu memiliki standar untuk berhasil yang berbeda-beda</b>. Masalahnya kita sadar atau tidak, bahwa kita memiliki potensi untuk melakukan yang terbaik,&#8221; jelas belalang</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andalasdejava.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andalasdejava.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andalasdejava.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andalasdejava.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andalasdejava.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andalasdejava.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andalasdejava.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andalasdejava.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andalasdejava.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andalasdejava.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andalasdejava.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andalasdejava.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=90&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andalasdejava.wordpress.com/2008/02/02/belalang-dan-anjing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f0d5aeec2d8e255553fa722586aad587?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kara Kitai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mempertanyakan &#8216;Celana&#8217; Yang Dipakai Penyair</title>
		<link>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/10/03/mempertanyakan-celana-yang-dipakai-penyair/</link>
		<comments>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/10/03/mempertanyakan-celana-yang-dipakai-penyair/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 15:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa dan Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andalasdejava.wordpress.com/2007/10/03/mempertanyakan-celana-yang-dipakai-penyair/</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan Sajak ini pada sebuah milis, Terselip diantara dua sajak lainnya &#8220;lebaran&#8221; dan &#8220;Puisi yang sulit berhenti&#8221; Menarik, Unik, menggelitik, tapi tak kehilangan daya kritisnya. Sajak ini rupanya ditulis oleh Haris Firdaus, seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS (Universitas Sebelas Maret).
Saya Curiga sajak ini lahir setelah Haris menangkap basah kedua penyair, Hasan Aspahani (HAH) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=83&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya menemukan Sajak ini pada sebuah <a href="http://groups.yahoo.com/group/klub-sastra" target="_blank">milis</a>, Terselip diantara dua sajak lainnya &#8220;<strong>lebaran</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Puisi yang sulit berhenti</strong>&#8221; Menarik, Unik, menggelitik, tapi tak kehilangan daya kritisnya. Sajak ini rupanya ditulis oleh <a href="http://rumahmimpi.blogspot.com" target="_blank">Haris Firdaus</a>, seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS (Universitas Sebelas Maret).<br />
<span id="more-83"></span>Saya Curiga sajak ini lahir setelah Haris menangkap basah kedua penyair, <a href="http://sejuta-puisi.blogspot.com" target="_blank">Hasan Aspahani (HAH)</a> dan <a href="http://matarindu.blogspot.com" target="_blank">Joko Pinurbo (Jokpin)</a>. keduanya sedang asyik menyoal masalah &#8216;celana dalam&#8217;. yang secara diam-diam (atau sengaja) kemudian di dengar Haris. berusaha memasang telinga, dan memutar otak agar bisa mendengarkan obrolan kedua Penyair itu secara lebih jelas.</p>
<p>Inilah yang diucapkan HAH kepada Jokpin :</p>
<blockquote><p><strong>Celanadalam yang Kucuri dari Rumahmu</strong>*</p></blockquote>
<blockquote><p>: <em>Joko Pinurbo</em></p></blockquote>
<blockquote><p>/1/</p></blockquote>
<blockquote><p>Waktu singgah di rumahmu, engkau dengan bangga<br />
memamerkan beberapa celanadalam istimewamu.</p>
<p>Saat kau lengah, kucuri salah satu celanadalam itu.</p>
<p>Di rumahku, aku langsung menjajal celanadalammu itu.</p>
<p>/2/<br />
Harus kuakui celanadalammu memang istimewa. Enak<br />
dipakai dan tidak membuat anuku nyelip ke mana-mana.</p>
<p>Saking enaknya, aku lupa menggantinya. Padahal, seenak<br />
apapun celanadalam ‘kan harus dicuci, supaya tetap suci.</p>
<p>Itulah mungkin sebabnya, sekarang aku terserang gata-gatal.<br />
Celanadalam yang enak jadi tidak enak. Anuku pun berontak.</p>
<p>“Bagaimana, Tuan? Anda sudah ketularan penyakit saya?”<br />
tiba-tiba kuterima pesan pendekmu di telepon genggamku.</p></blockquote>
<p>lantas Jokpin membalasnya  demikian :</p>
<blockquote><p><strong>Puasa</strong>*</p>
<p>(<em>kepada penyair Haspahani</em>)</p>
<p>Saya sedang mencuci celana dengan airmata<br />
yang saya tabung setiap hari.</p>
<p>Saya sedang mencuci kata-kata dengan darah<br />
yang mengucur dari ujung jari-jari.</p>
<p>Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi<br />
saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puisi.</p>
<p>(2007)</p></blockquote>
<p>*) <em>Pembacaan lengkap kedua sajak ini bisa di jenguk <a href="http://rumahmimpi.blogspot.com/2007/09/belajar-dari-celana-dalam-jokpin-dan.html" target="_blank">di sini</a></em></p>
<p>Lalu Haris menyeruak, berkata kepada kedua penyair.</p>
<blockquote><p><strong>Kenapa Meributkan Celana Dalam, Penyairku</strong></p>
<p>“Kenapa mesti meributkan celana dalam, Wahai Penyair?<br />
Bukankah rakyat sedang kelaparan dan harga bahan pokok<br />
melangit?” tanya lelaki brewok itu pada kalian.</p>
<p>Dan kalian maklum:<br />
Baginya, revolusi belum selesai.</p>
<p>“Kenapa mengumbar celana dalam di muka sajak, Penyair?<br />
Bukankah ia seharusnya ditimbun dalam sajak paling<br />
dalam?” kata seorang lelaki tua bertopi yang menangis<br />
karena khawatir moral turun lagi.</p>
<p>“Kenapa hanya tertarik pada celana dalam, Lelaki?<br />
Bukankah isinya jauh lebih menarik?” selidik<br />
novelis perempuan itu keheranan.</p>
<p>Sekali lagi, kalian maklum:<br />
Penyair memang belum jadi jagoan yang boleh<br />
memakai celana dalam di luar.</p>
<p>September 2007</p></blockquote>
<p>coba saja di tilik yang diucapkan Haris dalam sajaknya, sajak yang dibuka dengan melempar tanya;</p>
<p>“<em>Kenapa mesti meributkan celana dalam, Wahai Penyair? / Bukankah rakyat sedang kelaparan dan harga bahan pokok / melangit?</em>” tanya lelaki brewok itu pada kalian.<br />
saya kira inilah keheranan Haris kepada kedua penyair, saat kondisi terpuruk seperti saat ini, mengapa justru keduanya sibuk diskusi soal celana dalam?.  Apakah celana dalam lebih penting ketimbang Rasa lapar dan penderitaan rakyat? apakah penyair itu sudah lepas tangan, tutup telinga, pejamkan mata perihal gejolak sosial yang makin menghebat akhir-akhir ini? sehingga lebih suka berbincang soal celana dalam. Haris yang sebenarnya tahu bahwa celana dalam hanyalah sebuah metafora untuk menggambarkan &#8220;karakter, gaya, atau teori berpuisi&#8221;, namun toh ia tetap mempertanyakannya. melalui tokoh &#8220;lelaki brewok&#8221;, yang dipasang haris juga sebagai metafora &#8220;orang yang tak mengerti sajak (?)&#8221; kenapa begitu? lihat saja pertanyaannya kepada &#8216;penyair&#8217; itu seolah ia memahami celana dalam pada makna denotasi, &#8220;metafora orang yang tak mengerti sajak&#8221; yang dijelaskan juga oleh bait <em>Dan kalian maklum: / Baginya, revolusi belum selesai</em>. dan tentu saja kenyataannya ada banyak semacam &#8220;lelaki brewok&#8221; ini.</p>
<p>Pada bait berikutnya, Haris berupaya menyeret &#8220;celana dalam&#8221; dalam terjemahan lainnya, perhatikan baitnya<br />
“<em>Kenapa mengumbar celana dalam di muka sajak, Penyair? / Bukankah ia seharusnya ditimbun dalam sajak paling dalam?” kata seorang lelaki tua bertopi yang menangis<br />
karena khawatir moral turun lagi.</em></p>
<p>Haris meminjam tokoh &#8220;lelaki tua bertopi&#8221;, mungkin untuk menerjemahkan &#8220;celana dalam&#8221;  sebagai &#8220;rasa malu (?)&#8221; yang mewakili gambaran manusia bijak dan moralis, yang selalu kuatir terjadi degradasi moral, kenapa? karena celana dalam bisa saja diasumsikan sebagai sesuatu yang sangat pribadi, vital, rahasia dan tabu untuk di umbar di muka umum. (tentu asumsi tentang ketersembunyian celana dalam ini adalah asumsi yang ditopang oleh adat istiadat yang normatif di Indonesia). Dan bukankah hilangnya &#8216;rasa malu&#8217; serta merta mengikis moral?</p>
<p>bait berikutnya terasa vulgar, namun segar. yang membuat &#8220;novelis perempuan&#8221; terheran. bukankah kebanyakan lelaki lebih tertarik pada &#8220;isi&#8221;nya ketimbang celana dalamnya?!</p>
<p>Dan bait penutup jika Haris Konsisten mengasumsikan &#8220;celana dalam &#8221; sebagai &#8220;karakter, gaya, atau teori berpuisi&#8221; maka kalimat ini &#8220;/<em>Penyair memang belum jadi jagoan yang boleh memakai celana dalam di luar</em>&#8221; bisa saja dibaca bahwa penyair seharusnya sadar bahwa &#8220;celana dalam&#8221;nya belumlah cukup sempurna untuk dipamerkan dan dipakai diluar layaknya seorang jagoan, itulah sebabnya seorang Jokpin pun masih merasa perlu mencuci &#8220;celana dalam&#8221;nya dengan air mata yang ditabungnya setiap hari.</p>
<p>ahh.. mungkin benar saat seorang teman berkata bahwa ; penyair adalah puisi yang takkan habis dibaca!</p>
<p>Sumber Bacaan :<br />
<a href="//rumahmimpi.blogspot.com/2007/09/belajar-dari-celana-dalam-jokpin-dan.html&gt;" target="_blank">Belajar dari &#8220;Celana Dalam&#8221; Jokpin dan HAH</a><br />
<a href="http://groups.yahoo.com/group/klub-sastra/message/8565">Millis Klub Bentang Sastra </a></p>
<p>obrolan celana dalam di tempat lain :</p>
<p><a href="//matarindu.blogspot.com/2007/02/herman-waluyo-membahas-celana.html&gt;" target="_blank">Celana Dalam</a><br />
<a href="http://sejuta-puisi.blogspot.com/2007/04/dari-hati-terdalam-sebuah-celana-dalam.html" target="_blank">Dari Hati Terdalam Sebuah Celana Dalam </a><br />
<a href="http://jalaindra.wordpress.com/2007/05/09/khasiat-celana-dalam/" target="_blank">Khasiat Celana Dalam </a><br />
<a href="http://fordisastra.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=197&amp;mode=thread&amp;order=0&amp;thold=0" target="_blank">Telaah] Kenapa Jokpin Harus Memelorotkan Celananya? </a><br />
<a href="http://www.puisi.net/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=184&amp;Itemid=35" target="_blank">Sabda Celana </a></p>
<p><em>*Buat Kang Haris, Maaf kalo pembacaan saya atas sajaknya ngawur dan tak sesuai kaidah, maklum masih belajar</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andalasdejava.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andalasdejava.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andalasdejava.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andalasdejava.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andalasdejava.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andalasdejava.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andalasdejava.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andalasdejava.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andalasdejava.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andalasdejava.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andalasdejava.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andalasdejava.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=83&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/10/03/mempertanyakan-celana-yang-dipakai-penyair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f0d5aeec2d8e255553fa722586aad587?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kara Kitai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Mencintaimu</title>
		<link>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/09/17/aku-ingin-mencintaimu/</link>
		<comments>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/09/17/aku-ingin-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 14:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa dan Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andalasdejava.wordpress.com/2007/09/17/aku-ingin-mencintaimu/</guid>
		<description><![CDATA[ 
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
( Sapardi Djoko Damono : 1980 )
aku ingin
aku ingin mencintaimu dengan membabi buta -
dengan sebotol racun yang diteguk romeo
tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi
aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=82&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> <span id="more-82"></span></p>
<blockquote><p><a href="http://www.geocities.com/taman-sastra/sdamono.html" target="_blank">AKU INGIN</a></p></blockquote>
<blockquote><p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu</p></blockquote>
<blockquote><p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada</p>
<p>( <em>Sapardi Djoko Damono : 1980 </em>)</p>
<p><a href="http://www.geocities.com/taman-sastra/ssaut.html" target="_blank">aku ingin</a></p>
<p>aku ingin mencintaimu dengan membabi buta -<br />
dengan sebotol racun yang diteguk romeo<br />
tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi</p>
<p>aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta -<br />
dengan sebilah belati yang ditikamkan juliet<br />
ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi</p>
<p>(<em>Saut Situmorang : 1999</em>)</p></blockquote>
<p>Dua puisi ini adalah satu nafas, lihat saja tiap barisnya, senada. namun, dengan emosi yang berbeda. yang satu diilhami oleh yang lain (?) , alasannya? karena saya ragu jika keduanya tercipta secara &#8216;terpisah&#8217; lalu secara kebetulan keduanya menjadi identik. saya lebih melihatnya sebagai turunan, sajak yang satu menurunkan sajak lain yang dilahirkan oleh penyair yang lain pula.</p>
<blockquote><p>aku ingin mencintaimu dengan membabi buta</p></blockquote>
<p>Si aku telah melakoni cintanya, cinta yang membuta. Menunjukkan cintanya yang membuncah luar biasa. Cinta yang mencoba mendobrak dinding ego yang dibangun oleh orang disekitarnya (orang tua). Yang kemudian rela melebur kedalam diri sang kekasih dengan menempuh &#8220;jalan yang lain&#8221;. Mati demi cinta abadi, demi &#8220;hidup bersama&#8221; sang pencinta.</p>
<blockquote><p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana</p></blockquote>
<p>Cinta yang tidak berapi-api, namun mendalam. Lebih memilih untuk menikmati cinta sendiri, menunjukkan dengan berbuat. Tanpa harap pada balasan. Ia mungkin bahkan tak berharap di engkau yang ia cintai itu tahu bahwa ia mencintainya. Inilah paradoks lain dalam sajak ini. Cinta yang menawarkan cara mencintai yang berbeda dengan cinta yang kebanyakan kita lakoni saat ini. Padahal sebetulnya, pada hakikatnya, begitulah cinta yang sesejatinya itu. (<a href="http://sejuta-puisi.blogspot.com/2007/02/tadarus-puisi-024-aku-ingin-aku-luka.html" target="_blank">HAH</a>)</p>
<p>Meski begitu, kedua sajak ini tetap saja beda. Orisinil dengan ciri khas masing-masing penyair.<br />
Saut menyandarkan ungkapan cintanya pada perumpaan orang (legenda?) untuk melukiskan <strong>cinta yang tak sampai</strong> , sedangkan Sapardi lebih memilih hukum alam (benda?). dalam menceritakan perasaan<strong> cinta yang tak tersampaikan</strong> . namun keduanya mempunyai muara yang sama, cinta sederhana dengan <a href="http://deking.wordpress.com/2007/09/05/ternyata-semua-laki-laki-adalah-pembohong/" target="_blank">paradoks </a>yang luar biasa.</p>
<p>&#8220;Ketika keikhlasan mencintai mengantar pada kesadaran untuk berkorban bagi dia yang dicintai, dan itu disebut sebagai sebuah cinta yang sederhana saja, adakah paradoks yang lebih hebat daripada itu?&#8221; kata bang <a href="http://sejuta-puisi.blogspot.com/2007/02/tadarus-puisi-024-aku-ingin-aku-luka.html" target="_blank">HAH</a> pada <a href="http://sejuta-puisi.blogspot.com" target="_blank">blognya</a></p>
<p>Artikan cinta secara universal ya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andalasdejava.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andalasdejava.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andalasdejava.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andalasdejava.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andalasdejava.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andalasdejava.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andalasdejava.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andalasdejava.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andalasdejava.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andalasdejava.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andalasdejava.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andalasdejava.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=82&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/09/17/aku-ingin-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f0d5aeec2d8e255553fa722586aad587?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kara Kitai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Evo Band, ini Band Rock?</title>
		<link>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/04/17/evo-band-ini-band-rock/</link>
		<comments>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/04/17/evo-band-ini-band-rock/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 19:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andalasdejava.wordpress.com/2007/04/17/evo-band-ini-band-rock/</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar pendapat, sebagai penikmat musik bukan sebagai ahli musik. karena memang aku sama sekali buta tentang musik, cuma nurutin kuping aja, kalo enak di denger lanjut, kalo rasa-rasanya aneh yah..tinggalin.
Evo Band, di dalamnya bernaung nama-nama besar yang pernah jadi hitsmaker seperti  Erwin Prast (eks basis Dewa/NuKla), Angga (eks kibordis Venus Bullet), Didit Saad (eks [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=14&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Sekedar pendapat, sebagai penikmat musik bukan sebagai ahli musik. karena memang aku sama sekali buta tentang musik, cuma nurutin kuping aja, kalo enak di denger lanjut, kalo rasa-rasanya aneh yah..tinggalin.</em></p>
<p>Evo Band, di dalamnya bernaung nama-nama besar yang pernah jadi hitsmaker seperti  Erwin Prast (eks basis Dewa/NuKla), Angga (eks kibordis Venus Bullet), Didit Saad (eks gitaris Plastik), Ronald (eks drummer GIGI), dan Adniel (eks gitaris Base Jam), di tambah Elda sang vokalis hasil audisi dan poling Pemirsa di salah satu stasiun swasta beberapa waktu lalu.<span id="more-14"></span></p>
<p>dulu aku kira Ini bakal jadi band Favoritku, mengingat nama-nama personilnya yang udah gak asing di dunia musik tanah air. &#8220;bakal Ngerock nih&#8221; pikirku &#8220;cadas men&#8230;cadas rocker abizzz&#8221; *sambil ngacungi telunjuk dan jari kelingking*. audisinya sendiri aku gak ngikutin  tau-tau udah kepilih seorang cewe manis asal jogja.</p>
<p>pertama denger lagu nya kupikir ini lagu anak-anak abisnya suara vokalisnya jauh banget dengan yang namanya Ngerock, klo menurutku sih cocokan izzy atau siska buat jadi vokalis, tapi ya sudahlah toh saya bisa apa? yang nentuin khan mereka-mereka mungkin saja ada kriteria lain samping suara yang saya gak tahu. maybe!</p>
<p>Tapi akhirnya saya mutusin ngecap band ini sebagai band yang aneh yang pernah saya kenal, Musik sih Ngerock tapi Vokal&#8230;..?</p>
<p>Buat yang mau download lagu-lagunya Evo Band mampir aja  Blognya <a href="http://anangku.multiply.com/music">Mas Anang</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andalasdejava.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andalasdejava.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andalasdejava.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andalasdejava.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andalasdejava.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andalasdejava.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andalasdejava.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andalasdejava.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andalasdejava.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andalasdejava.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andalasdejava.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andalasdejava.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andalasdejava.wordpress.com&blog=879548&post=14&subd=andalasdejava&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andalasdejava.wordpress.com/2007/04/17/evo-band-ini-band-rock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f0d5aeec2d8e255553fa722586aad587?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kara Kitai</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>