Arsip untuk 'Opini'Kategori

tendensius…

Oktober 18, 2008

meski coba disamarkan posting itu jelas memasang telunjuk ke muka salah ’seorang blogger’, petunjuknya jelas. jadi, siapapun yg terlibat pada kopdar di sabtu yang serba 12 pasti tau. berprasangka itu lumrah, semua orangĀ  saya yakin pernah melakukannya. namun, sangat tidak etis jika melakukan vonis tanpa klarifikasi terlebih dahulu.

belum lagi soal perkataan ’si tajir’ dan ‘jelata’, saya yakin ini hanya merupakan cara pandang dia terhadap blogger lain dengan memandang berdasarkan status sosial murahan.

awalnya jelas soal blog tuan rumah (tertuduh) yg mendadak jadi private, lalu ketika ada beberapa orang yg kebetulan datang hari sabtu itu ‘belum sempat’ ter-invite, wajar jika kemudian muncul sedikit praduga. namun, saya pikir itu bukan alasan buat menuduh tuan rumah sedang melakukan diskriminasi. ya begitu itu kalo prasangka diperbesar, hak jawab tertuduh di abaikan. akhirnya kopdar yang bermaksud memper-erat silaturahmi malah jadi ajang saling mencurigai.

tapi, mungkin smuanya bisa kembali seperti semula. seandainya pelempar tuduhan mau berbesar hati untuk sekedar meminta maaf.

semoga niat baik ‘tuan rumah’ tidak terkotori oleh ulah orang-seorang.

*opini pribadi, tak ada kaitan dengan siapapun

Penghianat

Februari 17, 2008

dia memang bukan siapa-siapa, hanya seorang lelaki yang menderita karena tak berpunya di hari senjanya. hari-harinya dihabiskan untuk mengorek tempat sampah, mengumpulkan benda-benda yang kiranya masih laku di tukar oleh sekeping uang recehan. bajunya lusuh, penuh tambalan, di rumah anda kain seperti itu hanya layak menjadi kain lap. bukan Penghianatpun

Belalang dan Anjing

Februari 2, 2008

Sebuah buku, belum habis saya baca. Buku bersampul putih dengan gambar gelas yg terisi separuh cairan berwarna biru itu. Sebuah desain sampul yg simpel namun menarik, semenarik isinya tentu saja. itulah buku dari seorang Psikolog sekaligus Motivator Ulung Parlindungan Marpaung. saya bukan ingin meresensi buku ini, saya cuma mau mengutip satu kisah yg dituliskan oleh Bang Parlin dalam buku yang di berinya judul “Setengah Isi, Setengah Penuh” ini. Belalang Anjing